9 Cara Membuat Artikel supaya page 1 (part 3)

9 Cara Membuat Artikel supaya page 1 (part 3)

kita lanjut ke part 3.. dari kumpulan artikel membuat yang akan membuat website kita berada di peringkat pertama di halaman pertama google, hehehe… yuk semua kita bahas pada point ke 3 ini… hanya di INDOBETPOKER

Karena itulah usahakan satu paragraf untuk tulisan website maksimal 3-4 baris (bukan kalimat), dengan panjang horizontal tidak lebih dari 20 kata.

Di samping paragraf singkat, kamu juga dapat menggunakan subheader untuk mencukur atar bagian agar artikel kamu jadi lebih “ringan”.

9 Cara Membuat Artikel supaya page 1 (part 3)
9 Cara Membuat Artikel supaya page 1 (part 3)

9 Cara Membuat Artikel agar page 1 (part 3)

Lihat gambar ini sebagai perbandingan:

Paragraf panjang vs pendek

Lebih enak mana, baca yang kiri atau yang kanan?

Yang kanan, pasti.

Terapkan inverted-pyramid (piramida terbalik)

Mulai nulis tersebut susah.

Apa yang ditulis duluan? Apa selanjutnya? Apakah ini perlu dibicarakan atau tidak?

Bingung.

Untungnya, ada sebuah metode yang dapat memperjelas keadaan bingung anda.

Metode piramida terbalik.

Metode ini sering dipakai oleh jurnalis untuk menciptakan berita yang unik untuk dibaca.

Teknik ini akan anda manfaatkan.

Kira-kira laksana ini:

Piramida Terbalik

Bagian atas (depan) tulisan harus berisi cerminan utama dari artikel kamu dan dalil mengapa mereka mesti membaca tulisan tersebut lebih lanjut.

Paham maksudnya?

Jadi di unsur awal tulisan mesti ada sebuah informasi berupa “manfaat” dan “iming-iming” agar pembaca inginkan melanjutkan menyimak sampai habis.

Lalu di tengah tulisan kita sampaikan lebih lanjut detailnya.

Butuh contoh?

Coba scroll tidak banyak ke atas ke mula bagian cara ini.

Di mula saya menyatakan bahwa cara ini dapat membantu kamu mengatasi keadaan bingung dan dapat digunakan guna membuat tulisan yang menarik.

Itu guna dan iming-imingnya.

Dengan demikian bakal semakin tidak sedikit pembaca yang bakal melanjutkan menyimak sampai akhir.

  1. Ikuti bentuk berikut supaya tulisan kamu terbaca

Saya tidak jarang nemu tulisan seperti ini:

Topiknya menarik.

Tapi tulisannya SUSAH dibaca.

Akhirnya meskipun sepertinya unik tapi jadi sulit dibaca.

Coba deh, apa perasaan kamu kalau kamu harus membaca tulisan yang:

Hurufnya terlampau kecil

Jarak antar barisnya kecil

Menggunakan jenis font yang susah dibaca

Sebagus apapun isi artikelnya, percuma bila tidak terbaca.

Saya tidak jarang dengar orang-orang berusia 40+ yang mengeluh saat membaca tulisan di depan komputer, katanya terlampau kecil dan susah dibaca.

Jangan menganiaya mereka.

Gunakan font dan ukuran yang gampang untuk dibaca.

Font-font laksana Arial, Helvetica, Open Sans, Roboto, Georgia, adalahfont yang umum digunakan di website, pakai font laksana ini daripada yang tidak umum.

Kalau bingung, lebih baik tidak usah pakai font khusus.

Lebih jelasnya:

Gunakan font yang gampang dibaca atau tidak usah pakai font eksklusif kalau kamu bingung

Ukuran antara 14-22px

Lebar horizontal antara 480-720px

Line-height antara 1.5-2em

Margin di bawah paragraf antara 1.5-2em

Itu secara tulisan…

…masih terdapat lagi.

Ini sejumlah cara yang bisa kamu lakukan agar artikel kamu jadi lebih gampang dibaca:

Gunakan tidak sedikit gambar

Gunakan subheader supaya tulisan panjang menjadi bagian-bagian yang lebih kecil

Gunakan list (seperti ini)

  1. Tingkatkan kualitas dan mutu isi tulisan anda

Akhirnya, anda masuk ke inti utama dari tulisan ini.

Bobot dan kualitas ialah faktor utama penentu bagus-tidaknya tulisan anda.

Semakin berbobot tulisan anda, maka pembaca semakin puas.

Masuk akal kan?

Enak mana baca 1 tulisan dapat informasi yang menyeluruh atau baca 10 tulisan yang isinya sepotong-sepotong dan buat bingung?

Enak yang kesatu.

Untuk membuat tulisan berbobot yang dapat memuaskan pembaca kamu harus mengerjakan riset.

Tapi masalahnya ini:

Artikel yang bermutu hanya dapat dibuat oleh pengarang yang paham betul tentang topiknya.

Anda tidak akan dapat menciptakan tulisan yang bermutu tanpa memahami apa yang dibicarakan dan melulu bermodal contek sana contek sini.

Solusinya mudah…

Kalau kamu bukan seorang berpengalaman dalam topik tulisan yang akan kamu buat, perbanyak masa-masa untuk menyimak artikel-artikel beda yang sejenis.

Kemudian pakai metode KTP untuk menciptakan konten berkualitas.

Tahap penelitian ini tidak jarang dilewatkan oleh blogger.

Oleh sebab itu, sayangnya, di Indonesia masih tidak sedikit artikel-artikel yang tidak berbobot.

Salah satunya misal berikut:

Artikel ini saya temukan di Google, topiknya ialah “cara menambah produktivitas“.

Coba simaklah inti dari tulisan tersebut:

Pengertian produktivitas

Pentingnya produktivitas

Bangun lebih pagi

Miliki tujuan

Belajar dari orang lain

Hindari merasa kewalahan

Ambil masa-masa beristirahat

Berdoa sebelum bekerja

Ini ekspresi saya sesudah baca tulisan tadi:

Facepalm

Mari anda bedah satu per satu inti dari tulisan tadi (tanpa bermaksud menjelekkan penulisnya):

Pengertian produktivitas — Kalau seseorang menggali info tentang teknik meningkatkan produktivitas, mereka TIDAK butuh diberitahu apa tersebut pengertian produktivitas, mereka telah paham.

Pentingnya produktivitas — sama laksana nomor 1

Bangun lebih pagi — ya iyalah, ini sih telah jelas

Miliki destinasi — bila nggak punya destinasi ya sudah tentu tidak dapat produktif

Belajar dari orang beda — malah baca tulisan ini sebab mau belajar, kok malah diajak belajar ke orang beda lagi

Hindari merasa kewalahan — seluruh orang pun sudah tahu

Ambil masa-masa beristirahat — sama laksana nomor 6

Berdoa sebelum bekerja — bila orangnya religius, berdoa memang bagus, namun ini bukan tahapan yang dapat meningkatkan produktivitas

Sudah jelas?

Mari kita kupas lebih lanjut.

.. ayo kita lanjut ke PART 4, hehehe. semangat kawan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *