9 Cara Membuat Artikel supaya page 1 (part 4)

lanjut pada pembahasan part 4, selanjutnya adalah point point berikutnya.. Jenis tulisan yang umum di internet terdapat 2:

Informasi atau panduan. Kalau tulisan berupa panduan, isinya mesti benar-benar dapat menjadi panduan. Bukan sebatas bacaan… …harus dapat langsung dipakai untuk menuntaskan permasalahan, hanya di HAPPYBET188

(Contoh tulisan tadi harusnya sih panduan) Artikel petunjuk yang baik isinya dapat dipakai sebagai pedoman pegangan saat pembaca akan mengerjakan sesuatu yang bersangkutan dengan tulisan tersebut.

Misalnya:     Resep makanan yang dapat langsung dilaksanakan ketika mereka memasak    Panduan melakukan pembelian HP bekas yang dapat dijadikan panduan saat membeli HP bekas Cara menambah produktivitas kerja yang dapat langsung dilaksanakan untuk menambah produktivitas Kalau anda cuma menyerahkan informasi yang tidak bermutu (seperti misal di atas), maka artikel kamu tidak bermanfaat. Kembali ke contoh tulisan di atas.

Setelah menyimak isi tulisan tersebut kira-kira apa yang dilaksanakan pembaca? Apakah produktivitas mereka meningkat? Saya rasa mereka langsung memblokir tab browser tanpa mengerjakan apapun yang dapat meningkatkan produktivitas, lantas langsung tak sempat isinya dalam 10 menit.

9 Cara Membuat Artikel supaya page 1 (part 4)

9 Cara Membuat Artikel supaya page 1 (part 4)
9 Cara Membuat Artikel supaya page 1 (part 4)

Ada sejumlah panduan yang bisa kamu baca sesudah ini untuk membuat konten yang berbobot: Metode KTP untuk menciptakan konten yang berkualitas    Strategi content marketing guna bisnis.

Membuat konten unggulan yang dapat mendapatkan backlink Satu urusan lagi yang perlu kamu ingat:Artikel bermutu biasanya lebih panjang, tapi tulisan yang lebih panjang belum pasti berbobot Ada kekeliruan fatal yang sering dilaksanakan oleh pengarang konten, yaitu mencatat terlalu tidak sedikit basa-basi karena hendak mendapatkan jumlah kata tertentu. Ini karena orang bilang tulisan panjang = bagus guna SEO.

Tapi yang urgen sebetulnya bukan panjangnya, namun bobotnya.

Berikut 2 misal komposisi artikel: Artikel A vs B  Artikel A hanya diciptakan untuk sekedar menjangkau jumlah kata tertentu tanpa menyerahkan manfaat    Artikel B diciptakan untuk mengedukasi.

Melalui proses penelitian dan perencanaan yang rinci sehingga hasilnya “berdaging” Sadar atau tidak, tidak sedikit penulis yang menciptakan Artikel A. Karena mudah… Tinggal basa-basi. Untuk membuat tulisan B, kamu mau-tidak-mau mesti paham mengenai topiknya.

Kalau tidak, maka artikel kamu tidak akan dapat “mengajarkan” sesuatu untuk orang lain.

Karena itulah ikuti Metode KTP ini sebelum mencatat artikel.Tapi bagaimana bila topiknya cuma dapat dibahas singkat?

Gampang: Jangan dipanjang-panjangkan.

Topik sangat dominan dengan panjang artikel. Kalau topik yang kamu pilih memang sempit, maka artikelnya memang bakal jadi pendek.

Tapi ini berlaku kebalikannya juga: Kalau topiknya besar, tidak boleh buat tulisan yang pendek (karena malas).

Ini jadinya tulisan yang tidak berbobot. Atau bila bisa,

pilihlah topik yang memang dapat dibahas jadi panjang. Karena rata-rata memang tulisan panjang menemukan hasil yang lebih bagus di search engine:

Panjang artikel Ini gambar riset yang mengindikasikan bahwa tulisan di halaman 1 Google ketika ini rata-rata panjangnya melebihi 2000 kata.

Saya simpulkan: Kalau bisa, pilih topik yang luas. Lalu buat tulisan yang berbobot. Tapi bila memang topiknya singkat, tidak boleh dipanjang-panjangkan.

6. Temukan dan pakai keyword LSI Sejujurnya saya belum mau kupas yang ini……

tapi tidak sedikit pembaca yang protes, mengapa saya tidak kupas tentang SEO sebenarnya ini petunjuk membuat tulisan website.

Oleh sebab itu, kini kita masuk ke teknikal SEO.

(kalau kamu belum tahu SEO, saya sarankan baca ini dulu) Ini di antara tips sangat ampuh guna membuat kata kunci yang dapat mendapatkan peringkat tinggi.

Ada 2 guna menggunakan kata kunci LSI:  Mendapatkan peringkat untuk sekian banyak  long tail keyword  Meningkatkan relevansi & rangking untuk kata kunci utama Untuk kamu yang belum pernah mendengar istilah ini, ayo kita kupas dulu……

apa sih LSI? Singkatnya, LSI (Latent Semantic Index) ialah fitur yang diadopsi oleh search engine seperti Google supaya dapat mengerti maksud dari artikel. Misalnya “Apple”.

Istilah Apple dapat ambigu antara buah atau nama perusahaan. Mesin pencari dapat membedakan mana yang buah dan mana yang perusahaan dengan teknik membaca ucapan-ucapan yang mengelilingi kata utamanya.

Apple LSI Jadi kalau kamu mencari di Google dengan keyword “apple store”, maka Google paham yang dimaksud bukan toko buah apel tetapi tokonya perusahaan Apple.

Tapi apa hubungan LSI dengan SEO? Begini… Masih ingat kiat SEO jadul tadi? Mengulang-ulang kata kunci untuk menjangkau persentase tertentu.

Daripada laksana itu, lebih baik manfaatkan kata kunci LSI guna memberitahu search engine bahwa tulisan kita relevan dengan yang diharapkan user.

Hasilnya, peringkat kamu akan jadi lebih baik. Pembaca pun jadi tidak merasa aneh.

Teknik ini pun jadi lebih ampuh daripada SEO jadul (keyword density) sebab kita tidak melakukan tidak sedikit pengulangan keyword yang sama.

Tidak melulu itu. Anda pun akan menemukan rangking untuk sekian banyak  variasi kata kunci LSI. Mencari kata kunci LSI tidak sulit.

Lakukan penelusuran di Google dengan kata kunci utama anda.

Dalam misal ini saya pakai “belajar gitar”.

Scroll ke unsur bawah. kamu akan mengejar ini: Belajar gitar LSI Inilah sekian banyak  variasi yang bisa kamu gunakan. Yang perlu kamu perhatikan sekarang ialah pemakaiannya.

Anda dapat tulis kalimat-kalimat yang memakai kata yang dicetak tebal. Tapi ingat, kalimat-kalimat kamu harus alami, memakai tata bahasa yang baik.  kita lanjut ke part 5 selanjutnya adalah part yang terakhir.. lets go kawan.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *